RSS

“Dibutuhkan Gerakan dan Dukungan Pemerintah untuk Membangun Kesadaran Masyarakat” Demi Memerangi Sampah

10999909_10204714739447384_3702057301963792759_n11035851_10204714741487435_9055232797367413867_ndawuan3

Sejak usia anak SD kita sering kali dihimbau oleh Bpk/Ibu guru untuk membuang sampah pada tempatnya. Tujuannya adalah membangun kesadaran supaya tercipta lingkungan yang bersih dan sehat. Himbauan-himbauan seperti itu sampai saat ini terus dilakukan baik di sekolah-sekolah, instansi-instansi atau di tempat umum ada yang melalui lisan maupun tulisan. Bahkan himbauan-himbauan tersebut sekarang sudah lebih maju dengan memisahkan mana sampah organik dan mana sampah anorganik mengingat bahwa sampah anorganik jika dibuang sembarangan akan merusak lingkungan.

Kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan khususnya di lingkungan pendidikan, instansi-instansi, perusahaan-perusahaan bahkan di lingkungan RT/RW terlihat sudah cukup baik karena selain adanya kesadaran dari warga di lingkungan tersebut juga karena dibantu oleh petugas kebersihan.

Namun untuk di tempat-tempat umum seperti di jalan, di pasar, di lingkungan yang tingkat pendidikan warganya masih kurang, atau di tempat berkumpulnya banyak orang (event/bazar), kondisinya masih sangat memperihatinkan. Lingkungan tersebut terlihat begitu tidak sedap dipandang mata atau kumuh dan tidak sehat. Bahkan jika terjadi hujan deras sampah-sampah tersebut dapat menyumbat saluran-saluran air yang ada, sehingga menimbulkan banjir. Hal ini dikarenakan selain kurang tersedianya tempat sampah yang memadai, juga karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk membawa sampahnya sendiri ke rumah atau ke tempat pembuangan sampah yg dijumpai dengan cara menyimpannya untuk sementara waktu ke dalam tas, kantong2, saku celana/baju atau pun dalam kendaraannya.

Maka dari itu menurut saya, untuk menyadarkan masyarakat supaya dapat menjaga kebersihan di lingkungan2 yang kondisi kebersihannya masih buruk dibutuhkan gerakan nyata yang didukung oleh pemerintah melalui kebijakan-kebijakannya, kemudian dibantu para pecinta lingkungan untuk menciptakan gerakan menjaga kebersihan melalui sekolah-sekolah, instasi, perusahaan, atau pun RT/RW. Jadi bukan hanya sekedar himbauan saja untuk menumbuhkan kesadaran, tapi gerakan yang sedikit memaksa masyarakat supaya terbiasa memilah-milah sampah dan membuang pada tempatnya. Jika masyarakat sudah terbiasa dan memperoleh manfaatnya maka secara otomatis kesadaran akan muncul dengan sendirinya. Jika dianalogikan, misal kita sejak kecil oleh orang tua diajarkan dengan sedikit paksaan supaya selalu beribadah sehingga menjadi suatu kebiasaan. Ketika sudah terbiasa, maka ketika kita meninggalkannya pasti seperti ada sesuatu yang mengganjal dan merasa tidak tenang. Sehingga seperti merasa belum nyaman jika kita tidak melakukannya. Mungkin seperti itulah analoginya.

Untuk itu kalau hanya menghimbau, sejak dari dulu sudah dilakukan dan sampai saat ini pun masih terus dilakukan, tapi belum juga tercipta kesadaran masyarakat yang diharapkan. Jadi kalau seperti ini terus mau sampai kapan menunggu masyarakat akan sadar. Parahnya lagi pemerintah hanya menghimbau, tapi tidak menyediakan fasilitas pembuangan sampah yang memadai, sehingga situasi kondisi tempat pembuangan sampah akhir di negara kita seperti pada gambar di atas.

Ada suatu kasus di lingkungan tempat saya tinggal di daerah kota S. Di lingkungan RT/RW tempat saya tinggal, sejak beberapa tahun yang lalu sudah ada himbauan supaya memilah milah mana sampah organik dan mana sampah anorganik. Untuk mensukseskan himbauan tersebut tiap warga harus memiliki dua tempat sampah untuk jenis organik dan anorganik di depan rumah. Tempat sampah organik diberi warna hijau, dan untuk sampah anorganik diberi warna kuning. Dan himbauan tersebut sudah dilakukan oleh warga. Anehnya ketika masyarakat sudah memiliki kesadaran memilah milah sampah dan membuang pada tempatnya, tapi petugas yang mengangkut sampah ketika datang untuk mengangkut sampah dari depan rumah2 warga selalu memasukannya menjadi satu atara sampah organik dan anorganik ke dalam gerobaknya untuk di bawa ke penampungan yang lebih besar. Jadi pertanyaannya, apa tujuan dari himbauan supaya memilah milah sampah tersebut? Toh akhirnya dibuang di tempat pembuangan akhir (TPA) menjadi satu juga. Sebenarnya yang membuat himbauan itu faham apa tidak? Kalau mau menghimbau masyarakat supaya memiliki kesadaran dalam menjaga kebersihan, harusnsya didukung pula oleh kebijakan-kebijakan pemerintah tentang bagaimana sebaiknya pengelolaan sampah dibuat. Okelah untuk langkah awal berupa himbauan kepada masyarakat supaya menumbuhkan kesadaran dalam menjaga kebersihan. Tapi paling tidak pemerintah sudah memiliki draft atau pun perencanaan tentang sistem pengelolaan sampah yang baik. Misal pemerintah merencanakan untuk membangun tempat pengolahan sampah seperti di Jepang. Kapan dan dimana akan dibangun, kapan akan dioperasikan itu sudah ada dalam perencanaan.

Beberapa waktu lalu ketika saya berkunjung ke tempat pengelolaan sampah di kota Musashino-Jepang, itu betul2 sangat mengagumkan. Tempat pengolahan sampah meskipun berada di tengah pusat kota, bahkan berdampingan dengan kantor walikota setempat tapi tidak menimbulkan pencemaran. Terlihat sangat bersih dan tidak bau. Ketika saya masuk ke dalam bangunannya pun tidak bau sama sekali karena di isolasi dan diatur sedemikian rupa menggunakan teknologi sehingga baunya tidak menyebar ke area sekitarnya. Dan bahkan limbah hasil pembakaran sampahnya pun dapat dijadikan bahan yang bermanfaat seperti “eko semen”. Dari “eko semen” tersebut dapat dijadikan kursi taman, paving blok untuk jalan dan lain-lain. Kemudian asap hasil pembakaran diproses lagi sedemikian rupa untuk menghilangkan kandungan2 yang berbahaya lalu dibuang melalui cerobong asap yang tingghinya sekitar 30 meter, sehingga tidak mengganggu kenyamanan warga. Dan ketika saya berkunjung ke tempat pengolahan sampah tersebut padahal proses pembakaran sampah sedang terjadi. Tapi ketika melihat ke atas cerobong tidak nampak asapnya. Hal ini karena sudah melalui proses sedemikian rupa. Di samping itu juga menurut petugas yang mendapingi saya dan teman-teman, energi panas yang dihasilkan dari proses pembakaran sampah dapat dijadikan energi listrik. Dan energi listrik tersebut selain digunakan untuk keperluan sehari-hari di tempat pengolahan sampah tersebut, juga di alirkan ke kantor-kantor pemerintahan sekitarnya. Jadi ternyata bisa juga menciptakan pembangkit listrik tenaga sampah.

Jika kita menerapkan sistem pengelolaan sampah seperti di Jepang, maka manfaat yang akan diperoleh sebai berikut:
1. Lingkungan bersih, sehat dan indah
2. Mengurangi pencemaran air, tanah dan udara
3. Hasil pembakaran sampah dapat di jadikan bahan bangunan
4. Sampah dapat jadikan energi listrik sehingga dapat menghemat BBM atau bahan tambang lain yang dijadikan sebagai pembangkit listrik.
5. Menambah pasokan listrik
6. Menciptakan lapangan kerja baru.
7. Bisa menjadi pusat pembelajaran untuk anak-anak sekolah.
8. Mengurangi beban pemerintah dalam menanggulangi masalah persampahan yang selama ini sering terjadi.

Jadi negara kita mau tunggu apalagi? Negara yang sudah berhasil dalam mengelola sampah sudah ada, contohnya Jepang. Tinggal mau apa tidak? Bekerja samalah sebaik-baiknya dengan negara yang patut kita contoh dalam banyak hal. Salah satunya tentang sistem pengelolaan sampah. Insya Allah negara kita akan terbebas dari masalah persampahan.

dikutip dari postingan facebook milik pardiono”

 
Leave a comment

Posted by on February 26, 2015 in Uncategorized

 
Image

パプア州日本語教師会

パプア州日本語教師会

Merintis suatu pekerjaan merupakan hal yang tidak segampang yang dipikirkan dan dibayangkan, percayalah kalian adalah pioner / perintis.
石の上にも三年 
いしの うえにも さんねん
ishi no ue nimo san nen…
Lihat Selengkapnya
— bersama Masatake Ito dan 5 lainnya.

 
Leave a comment

Posted by on April 10, 2014 in Uncategorized

 

Dance Mengikuti pendidikan Teacher Training ke Jepang Ikuti link dibawah ini

http://www.surabaya.id.emb-japan.go.jp/makassar/berita_20131009.pdf

 
Leave a comment

Posted by on October 16, 2013 in Uncategorized

 

Tentang 5S – Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke

Bagi anda yang pernah berinteraksi dengan dunia pabrik tentunya tidak asing dengan istilah 5S. Pabrik yang menerapkan program 5S akan terlihat bersih dan teratur.  Mereka berpikir keadaan yang berantakan akan menyembunyikan masalah. Program 5S dipandang sebagai usaha untuk memunculkan masalah yang selama ini tersembunyi  dari para pemecah masalah (problem solver).

Saat ini, program 5S telah banyak diadopsi oleh berbagai industri di berbagai negara. Popularitas 5S ini tak lepas dari kesuksesan industri Jepang yang selama ini memusatkan  perhatiannya terhadap pengurangan segala  pemborosan (waste). 5S adalah landasan untuk membentuk perilaku manusia agar memiliki kebiasaan (habit) mengurangi pembororsan di tempat kerjanya.

Program 5S pertama kali diperkenalkan di Jepang sebagai suatu gerakan kebulatan tekad untuk mengadakan pemilahan (seiri), penataan (seiton), pembersihan (seiso), penjagaan kondisi yang mantap (seiketsu), dan penyadaran diri akan kebiasaan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik (shitsuke). Masing-masing S dalam 5S beserta penjelasannya dijelaskan di bawah ini.

1S – Seiri

5s-seiri Seiri merupakan langkah awal implementasi 5S, yaitu: pemilahan barang yang berguna dan tidak berguna: 

  • Barang berguna => Disimpan
  • Barang tidak berguna => Dibuang

Dalam langkah awal ini dikenal istilah Red Tag Strategy,  yaitu menandai barang-barang yang sudah tidak berguna dengan label merah (red tag) agar mudah dibedakan dengan barang-barang yang masih berguna. Barang-barang dengan label merah kemudian disingkirkan dari tempat kerja. Semakin ramping (lean) tempat kerja dari barang-barang yang tidak dibutuhkan, maka akan semakin efisien tempat kerja tersebut.

2S – Seiton

5s-seiton Seiton adalah langkah kedua setelah pemilahan, yaitu: penataan barang yang berguna agara mudah dicari, 
dan aman, serta diberi indikasi.
Dalam langkah kedua ini dikenal istilah Signboard Strategy, yaitu menempatkan barang-barang berguna secara rapih dan teratur kemudian diberikan indikasi atau penjelasan tentang tempat, nama barang, dan berapa banyak barang tersebut agar pada saat akan digunakan barang tersebut mudah dan cepat diakses. Signboard strategy mengurangi pemborosan dalam bentuk gerakan mondar-mandir mencari barang.

3S – Seiso

5s-seiso Seiso adalah langkah ketiga setelah penataan, yaitu: pembersihan barang yang telah ditata dengan rapih agar tidak kotor, termasuk tempat kerja dan lingkungan serta mesin, baik mesin yang breakdown maupun dalam rangka program preventive maintenance (PM).
Sebisa mungkin tempat kerja dibuat bersih dan bersinar seperti ruang pameran agar lingkungan kerja sehat dan nyaman sehingga mencegah motivasi kerja yang turun akibat tempat kerja yang kotor dan berantakan.

4S – Seiketsu

5s-seiketsu Seiketsu adalah langkah selanjutnya setelah seiriseiton, dan seiso, yaitu: penjagaan lingkungan kerja yang sudah rapi 
dan bersih menjadi suatu standar kerja. Keadaan yang telah dicapai dalam proses seiriseiton, danseiso harus distandarisasi. Standar-standar ini harus mudah dipahami, diimplementasikan ke seluruh anggota organisasi, dan  diperiksa secara teratur dan berkala.

5S – Shitsuke

5s-shitsuke Shitsuke adalah langkah terakhir, yaitu penyadaran diri akan etika kerja: 

  1. Disiplin terhadap standar
  2. Saling menghormati
  3. Malu melakukan pelanggaran
  4. Senang melakukan perbaikan

Padanan  5S dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dapat dilihat pada Tabel 1 di bawah ini.

Tabel 1
Padanan 5S dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris

JEPANG INDONESIA INGGRIS
5S 5R 5S 5P 5K 5S
1S Seiri Ringkas Sortir Sisih Pemilahan Ketertiban Sort
2S Seiton Rapi Susun Susun Penataan Kerapihan Set in Order
3S Seiso Resik Sapu Sasap Pembersihan Kebersihan Shine
4S Seiketsu Rawat Standarisasi Sosoh Penjagaan Kelestarian Standardize
5S Shitsuke Rajin Swa-disiplin Suluh Penyadaran Kedisiplinan Sustain

 

Suksesnya 5S terletak pada sejauhmana orang melakukan 5S sebagai suatu kebiasaan (habit) bukan paksaan sehingga inisiatif perbaikan akan muncul dengan sendirinya. Di bawah ini saya telah merangkum hal-hal penting untuk pelaksanaan program 5S berdasarkan beberapa literatur dan juga perspektif pribadi saat menyaksikan langsung aktivitas 5S di tempat kerja.

  • Membutuhkan keterlibatan/partisipasi semua orang dalam organisasi dari level atas sampai level bawah.
  • Membutuhkan komitmen manajemen untuk memastikan kegiatan 5S dilakukan setiap hari dan dianggap sebagai prioritas.
  • Merubah perspektif semua orang dalam organisasi bahwa 5S lebih dari sekedar program kebersihan maupun housekeeping management.
  • Menerapkan 5S secara konsisten untuk perubahan budaya.
  • Menggunakan sistem visual display untuk mengkomunikasikan  aktivitas 5S secara efektif.
  • Melakukan audit 5S secara teratur (mingguan, bulanan, dan surprise audit) untuk menilai performance.
  • Membutuhkan edukasi tentang konsep  dan keuntungan aktivitas 5S.

Sebagai penutup saya mau mengutip salah satu paragraf dari artikel yang disusun Utomo (2011).

5S tidak sulit untuk dipahami, tapi 5S sangat sulit untuk dilaksanakan dengan benar. 5S memerlukan kegigihan, kebulatan tekad, dan memerlukan usaha yang terus menerus. 5S mungkin tidak akan memberikan hasil yang dramatis. Namun 5S membuat pekerjaan lebih mudah. 5S akan mengurangi pemborosan waktu kerja kita. 5S akan membuat kita bangga atas pekerjaan kita. 5S akan meningkatkan produktifitas kerja dan mutu yang lebih baik, sedikit demi sidikit, namun terus menerus.

Sumber & Rujukan Lain:


Cakrawijaya. (n.d.). Shopfloor Improvement Specialist [Web log post]. Retrieved from http://cakrawijaya.blogspot.com/

Fearing, R.C. & Hong, T.H. (2004). 5S’s and Waste Walks [PDF document]. Retrieved from MIT OpenCourseWare:http://ocw.mit.edu/courses/engineering-systems-division/esd-60-lean-six-sigma-processes-summer-2004/lecture-notes/

Hirano, H. (2009). JIT implementation manual : The complete guide to just-in-time manufacturing. Available fromhttp://www.crcpress.com/product/isbn/9781420090321

LeanIndonesia.com. (2011, June 19). Sekilas tentang 5S. [Web log post]. Retrieved from http://www.leanindonesia.com/2011/06/sekilas-tentang-5s/

Osada, T. (2004). Sikap kerja 5S (5th ed.). (Mariani Gandamiharja, Trans.). Jakarta: PPM. (Original work published 1991).

Utomo, A.C. (2011). Sejarah Singkat 5-S. Retrieved fromhttp://www.scribd.com/doc/51971011/sejarah-singkat-5-S

 
Leave a comment

Posted by on October 8, 2013 in Uncategorized

 

Apakah 5 S itu ?

Jika kita mencoba membersihkan dan menata salah satu ruangan, mungkin bingung harus mulai dari mana dan apa yang pertama kali harus kita kerjakan. Apalagi jika banyak barang yang rusak dan tergeletak dan tidak tahu kapan akan diperbaiki, belum lagi barang yang bisa langsung dipakai tetapi tidak tahu kapan akan dipakainya, apakah besok, bulan depan, atau mungkin satu tahun lagi.
Akhirnya habis waktu hanya untuk mempertimbangkan mau diapakan barang tersebut. Dan bagaimana kita menata sebuah ruangan atau kantor agar terlihat bersih, enak dilihat dan mempermudah kita mencari barang atau alat yang akan kita gunakan dan agar barang atau alat tersebut selalu dalam kondisi terawat. Hal ini tidak mudah. 5S memberi jawaban untuk kita, karena 5S merupakan teknik penanganan yang tepat untuk rumah, pabrik dan dimana saja. 5S berpengaruh langsung terhadap produktivitas.

DiIndonesia 5S mulai diperkenalkan pada bulan Mei 1991 dengan diundangnya Mr. Yashusi Fukuda oleh Pusat Produktivitas Nasional yang diikuti peserta dari beberapa perusahaan.

MENGAPA ANDA PERLU 5S ?
1. Untuk meningkatkan kinerja keuntungan
2. Mudah ditemukan dan mudah didapat
3. Tidak ada yang berlebihan dan ada tempat yang luas
4. Waste mudah dikenali
5. Sistem standar mudah dipahami dan terlihat jelas
6. Tanpa penundaan, tanpa kecelakaan dan tempat yang aman untuk bekerja
7. Meningkatkan produktivitas dan efisiensi
8. Meningkatkan image organisasi

Apa itu 5S?
5S adalah istilah Jepang untuk menggambarkan secara sistematik praktek housekeeping yang baik. Berasal dari Jepang dan terbukti efektif dibeberapa negara. 5S Housekeeping dikenal sebagai awal dan merupakan pendekatan paling efektif dalam membangun suatu bangunan dalam beberapa usaha peningkatan produktivitas. Dapat diterapkan secara kombinasi dengan alat lain. 5S merupakan akronim dari 5 kata Jepang yaitu Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke.

Tujuan 5S
1. Menciptakan kepedulian dan pemahaman dasar-dasar 5S
2. Meningkatkan pengetahuan tentang konsep dan teknik 5S
3. Mengambil dan mengimplementasikan secara bertahap prinsip dan teknik 5S dilingkungan kerja
4. Meningkatkan produktivitas dan efisiensi di tempat kerja anda
5. Mengidentifikasi waste dan mencari peningkatan berkelanjutan

Arti 5S

Seiri – Ringkas (Memilah)
(buang benda yang tidak perlu)
Seiton – Rapi (Penataan)
(atur benda-benda dengan rapi)
Seiso – Resik (Pembersihan)
(membersihkan terus-menerus)
Seiketsu – Rawat (Pemantapan)
(menjaga dalam standar yang baik)
Shitsuke – Rajin (Pembiasaan)
(latihan dan disiplin diri dengan peningkatan berkelanjutan)

 
Leave a comment

Posted by on October 8, 2013 in Uncategorized

 

5 S Dalam istilah Kebersihan dan Kenyamanan di Jepang

5 S dalam istilah Kebersihan dan Kenyamanan di Jepang

5 Sとは、整理・整頓・清掃・清潔・躾(鍵山秀三郎様の講話より)
5S tersebut adalah : SEIRI, SEITON, SEISOU, SEIKETSU dan SHITSUKE

1. 整理をする。 SEIRI SURU ( mengatur atau menyiapkan )

一つ目は整理をすることです。5Sの中で一番難しいのが、整理です。
これができたら、5Sの9割が出来たも同じです。

整理をするとは、要るものと不要なものを分けることです。
書類1枚が必要かどうかの判断をするようにしないといけません。
要りもしないものを何年も保管しておいて、やっぱり要らないからと
捨てなければならないこともあります。

かと思うと処分したすぐそばから、要ることが分かって、
ごみ箱を探すようなこともやります。
分別ができるようになるということは、人間の生き方そのものなのです。

2. 整頓 SEITON
しまい忘れてしまうことがよくあります。
箱などに入れて、一体ナニが入っているか分からない状態です。
整頓とは、何であるかをきちっと明示することです。

たとえば、ファイルの背中に明示をするということです。
整理と整頓を同じ様におもう人もいますが、整理と整頓はこれだけちがいます。

分別をすることと明示することです。整頓をすると仕事の質が高まります。

家内が台所でやっていることでいつも思うことがあります。
最近の冷蔵庫には扉がたくさんあって、うちのは3つに(6つに?)分かれています。
昔の冷蔵庫は扉がひとつでしたが、扉を開けると冷気が逃げるので、
節約のために扉が分かれています。

でも電気代は全然減らないんです。
どうしてかというとあっちこち全部開くからです。(爆笑)
どこにナニが入っているかを明示することです。

3. 清掃する。SEISOU suru
清掃すると言うことは、垂れ幕やスローガンに貼ることではありません。
手足を使って行動することです。

弊社は3月20日に引越ししました。
会社の裏に目黒川があり、桜並木の土手に公衆トイレがあります。
とても汚れていました。越していって直ぐ、徹底的にきれいにしました。
しかし掃除をしてもどうしてもすぐ詰まります。
手におえないからと、目黒区の清掃係りに連絡すると、すぐ来てくれました。
そして、やったことは・・・使用禁止と札をあげて、帰ってしまいました。(笑い)

仕方がないので、会社で手配して、下水工事をしました。
すぐ詰まるのは、桜の木の根が下水管を破って入ってきていたからです。
電話で、あれはうちで直しましたというと、「そうですか」と一言でした。
あまり言うと区役所の悪口になりますね。

4. 清潔 SEIKETSU
清潔とは、いままで上げたことの3つをずっと維持することです。

5. 躾 SHITSUKE
これらのことが、いちいち言われなくても自然に身についていることです。
習慣として身につくことです。

これが、5Sの本当の意味です。

 
Leave a comment

Posted by on October 8, 2013 in Uncategorized

 

MGMP BAHASA JEPANG PAPUA KEHILANGAN GURU BAHASA JEPANG

MGMP BAHASA JEPANG PAPUA KEHILANGAN GURU BAHASA JEPANG

 

Yosepus Wenggi adalah seorang guru Bahasa Jepang, asal dari Kampung Waropen, Serui, Beliau mengajar Bahasa Jepang di beberapa SMA dan SMA serta SMP sekota Jayapura.

 

 

 

Yosepus Wenggi adalah Mantan training Jepang dan beliau tinggal di Jepang selama 3 tahun, selain itu beliau berperan sebagai interpreter pada kerjasama Jepang – Papua dibidang Pendidikan, dan dalam hal penanaman Modal di Papua.

 

YOSEPUS WENGGI

日本語教師

 

Terakhir beliau hembuskan Napas tanggal 24 September 2012, siang hari, sebelumnya hari sabtu tanggal 22 September telah menghadiri RAPAT MGMP di SMK Negeri 2 Kotaraja Jayapura.

 

MPMP Bahasa Jepang merasa berduka yang terdalam atas kepergian YOSEPUS WENGGI sensei, semoga amal dan kerja baik bapak selama ini diperhitungkan oleh TUHAN.

 
Leave a comment

Posted by on September 26, 2012 in Uncategorized

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.